Friday, June 13, 2014

Jaga Lisanmu

Kadang...
Lidah lebih tajam dari pisau belati
Lidah lebih pahit dari empedu
Lidah lebih panas dari bara api
Lidah lebih manis dari madu

Kata yang telah terlepas dari busurnya
Tak akan bisa kau tarik lagi
Jilatlah jika nyali dan tebal muka kau punya 
Juga turunkan hati yang terlalu tinggi

Direndahkan itu sungguh tak enak sekali rasanya
Tak dianggap itu terlalu sakit rasanya
Aku sudah merasakannya
Aku sudah bercumbu dengan keduanya

Jaga lisanmu,
Ia gemulai namun membunuh
Bak jawara silat dan penari balet
Bersenjata samurai setajam silet

Lisan yang tak terjaga bisa sebabkan luka
Jiwa yang terluka bisa sebabkan ada yang berduka

Lidah yang liar bisa bisa kau dihajar
Hati yang memar bisa bisa buat kau gusar

Walau...
Meminta maaf sering terlambat
Luka dalam makin tersayat
Lakukanlah meski berat
Agar tak ada hati bersekat


Tuesday, April 29, 2014

Jangan Biarkan Dirimu Larut Dan Tenggelam Dalam Kesedihan

Jangan biarkan dirimu larut dan tenggelam dalam kesedihan,
Sebab jiwa tak pantas kelam, sebab pikiran tak pantas dalam kurungan.

Jangan biarkan dirimu larut dan tenggelam dalam kesedihan,
Sebab hidup kita terlalu singkat untuk di rajam penderitaan.

Tuesday, April 15, 2014

Peyempuan 2

Penulisan buku kedua ini aku mulai 11 November 2013. Berkutat dengan laptop dan bercumbu dengan pekatnya malam hingga subuh habis dengan sendirinya menjadi
hal yang aku lakukan (hampir) tiap hari. Mulai hari itu, aku kumpulkan materi dan penggalan-penggalan rasa bahagia, amarah, luka, cinta, dan air mata yang tersimpan dari rapuhnya ingatan yang mudah tersapu angin bila tak kutuangkan dalam tulisan.


Aku sedikit menimbang konsep apa yang harus aku sajikan di sini. Apakah sama seperti buku pertama atau menampilkan sesuatu yang baru? Pada akhirnya intuisi menuntunku untuk menampilkan sesuatu yang sedikit berbeda dari buku pertama. Satu-satunya hal yang paling mencolok dari buku ini adalah tidak adanya potongan cerita atau cerita pendek. Namun, aku tetap menampilkan satu bagian yang sama agar buku pertama dan kedua tetap memiliki benang merah.

Monday, February 24, 2014

Sinopsis Film Aku Cinta Kamu

Ketika cinta menyengat, berjuta rasa menjangkiti hati dan pikiran kita. Berbagai peristiwa besar dalam kehidupan, dipicu oleh satu kalimat singkat : Aku Cinta Kamu. Berangkat dari 4 lagu cinta ciptaan Piyu, 4 kisah dengan 4 genre menjadi sebuah film, ilustrasi untuk mengenal cinta itu sendiri. Yuk Intip >> Aku Cinta Kamu Official Trailer

Firasatku : Tentang Sita (Acha Septriasa) dan Randu (Rio Dewanto) yang mempersiapkan pesta pernikahan. Sita sangat perfectionist, dan menginginkan pernikahan paling sempurna. Sedangkan Randu, seakan cuek dengan persiapan Sita. Hingga Sita mulai dipengaruhi firasatnya sendiri, kalau Randu berselingkuh dengan Rani (Fanny Fabriana). Hari pernikahan tiba, Sita dengan gaun cantik pernikahannya tidak bisa membendung air matanya. Dia lari dan Randu mengejarnya, hingga kecelakaan merenggut nyawa salah satu dari mereka, dan membuka mata bahwa firasat tidak selalu benar.

Friday, December 20, 2013

Kenangan Menahan Kita Di Sini

Sejak terbangun dari mimpi panjang
Aku sadar kita sedang tak baik-baik saja
Aroma tubuhmu masih terekam jelas pada cover ranjang
Juga hangatmu masih tergambar jelas pada senja

Kadang ingin berlari jauh
Namun kenangan menahan kita di sini
Kadang ingin terbang menjulang langit
Namun kenangan menahan kita di sini

Sejenak bumi berhenti berputar
Cahaya berbisik untuk terus berjalan
Api tawarkan "bakar!"
Air sajikan seteguk kesetiaan

Kadang ingin berlari jauh
Namun kenangan menahan kita di sini
Kadang ingin terbang menjulang langit
Namun kenangan menahan kita di sini

Cintamu terlalu kuat terpatri
Pergi?
Kejar mimpi?
Aku bisa apa? Kenangan Menahan Kita Di Sini...





Thursday, November 21, 2013

30 Detik

Kini tatapan matamu kosong
Menerawang jauh tak jelas arahnya
Bibirmu tak lagi merekah
Karena telah kaku tak berkata

Kugenggam tanganmu yang telah dingin dirasa
Bibirmu bergerak ingin berkata
Belum habis kata terbata
Kau telah pergi tinggalkan semua

Aku hanya tertunduk
Menutupi perasaanku 
Aku masih coba tersenyum
Seperti amanah yang baru kau ucap

Namun aku tak sanggup menahan tangis
Air mata jatuh membasahi bumi
Hati berkata
Maafkan segala salah dan khilafku

Engkau kan selalu hidup
Dalam hati dan ingatan
Aku kan selalu bersamamu
Dengan iringan doa-doa


Tuesday, November 12, 2013

Cemas

Kekasih siapa yang tak merasa gundah,
Kala hati kala hati yang dicintai kan meningkalkan hati yang mencintai?

Jiwa siapa yang tak merana,
Kala kekasihnya kan terbang jauh dengan sayap-sayap harapan masa depannya?

Jangan pernah khawatirkan aku dengan kecemasan-kecemasan pikiranmu
Nikmati kerinduan yang mencengkram malammu
Singkirkan ketakutan yang ada di otakmu
Jadikan setiap detik penantianmu sebagai selimut yg memelukmu.

Tunggulah aku hadir saat mentari pagi memberikan kehidupan bagi bumi,
Saat bulan sabit menerangi lembah-lembah hati yang sunyi tanpa nyanyian cinta

Aku akan hadir disetiap kedipan matamu
Aku akan membelai wajahmu saat kau lelap di peraduanmu

Saat ini, aku pinta, janganlah bermuram durja
Aku akan pergi, sebentar saja...
Percayalah, cintamu akan selalu mengawasiku
Aku akan kembali, kepadamu, menuju tempat yang kita rencanakan...