Saturday, June 6, 2015

Peyempuan 3 - Kapan Terbit?

Setelah buku PEYEMPUAN 2 rilis, dibeli dan dibaca oleh teman, penggemar, followers, hingga para pecinta buku. Alhamdulillah, respon positif mengalir dari mereka. Seperti PEYEMPUAN pertama yang Best Seller, penjualan buku ini sangat bagus. Kurang dari satu setengah tahun, PEYEMPUAN telah dicetak ulang 9 kali. Kurang dari setahun, buku PEYEMPUAN 2 sudah cetak ulang sebanyak 4 kali. Permintaan untuk segera merilis PEYEMPUAN 3 dari para pembaca terus aku terima seperti testimoni berikut ini:





























































Masih banyak testimoni serupa yang masuk, itu hanya sebagian saja. Meskipun jarak rilis buku PEYEMPUAN 3 butuh waktu setahun dari PEYEMPUAN 2, para pembaca tidak pernah letih untuk menanti, mereka terus bertanya: Kapan PEYEMPUAN 3 terbit?

Jika sesuai rencana, buku PEYEMPUAN 3 terbit bulan Juni ini. Untuk tanggal rilisnya masih rahasia, hihihi :))

Sunday, February 22, 2015

Dear Yang Sedang Susah Move On

Kamu adalah kamu yang sedang menari di atas luka sendiri
Menghentak dan gemulai 

Setiap kali menghentak luka bertambah dalam
Perih, namun kau menikmatinya.

Sebagian kamu sengaja terang-terangan
Sebagian kamu hanya terbuka pada gelap-gelapan.

Susah beranjak dari castle kenangan?
Padahal itu hanya soal kamu mau keluar atau tidak.
Nyaman sekali pada pelukan masa lalu?
Ah, itu hanya soal kamu mau melepaskan atau tidak.

Kamu laksana undur-undur, jalannya mundur!

Semakin kamu bercumbu dengan indahnya yang sudah-sudah
Semakin kamu jauh dari berjuta titik bahagia di masa depan.

Kamu ini aneh!

Sakit hati dipelihara?
Patah hati dipupuk?
Dendam dirawat?
Mau panen apa nanti?
Galau? Gusar? Luka? Air mata?

Please, jangan bilang "aku gak bisa hidup tanpa dia", sekali lagi jangan
Karena bantal tempatmu mengadu pasti sedang tertawa
Katanya: Oh Ya? Sampai sekarang kamu masih bernapas, apanya yang gak bisa hidup tanpa dia?

"Aku udah sayang banget sama dia, dia itu beda, dia itu..." Stop! Kamu ini seperti baru masuk satu rumah makan dan sangat menikmati sajiannya. Makanannya sangat enak, seperti tak pernah menemukan makanan selezat rumah makan itu. Esoknya kamu datang lagi tapi sayang rumah makan itu sudah tutup. Esoknya kamu datang lagi berharap rumah makan itu jualan seperti biasa, tentu dengan hasil yang sama rumah makannya tetap tutup! Bahkan tulisan "DIJUAL" di depan pintunya tak kamu hiraukan, kamu masih saja berharap rumah makan itu buka dan ingin menikmati makanan kesukaanmu di sana. Sampai tempat itu dirombak, berganti menjadi gedung perkantoran kamu masih duduk di sana berhari-hari, berbulan-bulan hingga bertahun-tahun menunggu ia terbuka dan jualan seperti biasa. Kamu seolah menganggap diluar sana tak ada lagi rumah makan yang enak selain itu. Padahal ada banyak rumah makan, ada banyak menu, ada banyak sajian yang belum kamu sempat cicipi di tempat lain. Bahkan ada yang jauh lebih lezat dan mungkin saja lebih murah dari tempat favoritmu itu. Ayok, bergerak, langkahkan kakimu menuju rumah makan yang lain! :)

Tuesday, January 6, 2015

Sampai Pada Suatu Saat

Sampai pada suatu saat kita akan sadar arti memiliki setelah kehilangan.
Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti perhatian setelah kita dicuekin.

Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti kesetiaan saat kita dikhianati.
Sampai pada suatu saat kita akan mengeti arti penghargaan saat kita disepelekan.

Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti kebersamaan saat kita ditinggalkan.
Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti berdua saat kita sendirian.

Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti bercengkrama saat kita ditikam sepi.
Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti berbincang saat kita dibunuh sunyi.

Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti pelukan saat kita dirantai rapuh.
Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti kecupan saat kita dirajam lesu.

Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti menyimpan saat kita kehabisan.
Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti merahasiakan saat kita digunjingkan.

Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti masa muda saat kita mulai meredup.
Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti kekuatan saat kita mulai melemah.

Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti suatu saat
Ya, saat waktunya tiba.
Sampai pada suatu saat kita akan mengerti arti suatu saat
Ya, biasanya sudah terlambat.

Tapi bukankah terlambat masih lebih baik daripada tidak sama sekali?
Bukankah terlambat masih lebih baik daripada tidak menyadari?

Ya, sampai pada suatu saat.