Friday, May 10, 2013

Bukan Peyempuan Pelarian

Terbaca di mata sayumu
Sesuatu yang tersembunyi di balik hati kecilmu
Ingin pelukan?
Ingin lepaskan semua nuansa

Aku bukan peyempuan pelarian
Walau kadang itu menggodaku
Demi sembuhkan sebuah luka
Apa aku harus ikut tenggelam?

Bagaimana mungkin aku obati kesepianmu, sedang kesepianku sendiri meronta-ronta?
Bagaimana mungkin aku membuatmu tertawa, sementara hati ini terseduh-seduh?

Aku bukan peyempuan pelarian
Saat rapuh kau datang, saat kuat kau terbang
Terserah...
Aku bukan peyempuan pelarian

Bagaimana bisa, kau datang ingin sembuhkan luka, sementara kau ingin membuat luka yang baru?
Bagaimana bisa, kau datang dengan duka, sementara kau ingin menjatuhkan air mata yang baru?

Sederet bunga telah kau layukan
Mencuri madu dengan rayuan
Tapi aku tak mungkin kau taklukan
Aku bukan peyempuan pelarian

Tak usah bertopeng iba
Tak usah berbaju kesedihan
Aku tak akan tergoda
Aku bukan peyempuan pelarian.



Wednesday, March 27, 2013

Cemburu Pada Guling


Bukan apa-apa, sebagai peyempuan aku butuh perhatian.
Aku butuh dimanjain, aku butuh pundak untuk bersandar, aku butuh raga untuk dipeluk. 
Disaat kau rapuh dan butuh seseorang untuk hanya tak sekedar curhat, aku tak bisa melakukannya. 
Lagi dan lagi, telponan adalah cara kita untuk saling peduli dan mengganti raga yang terbatas ini.


“Kamu di mana yank?”
“Di kamar...”
“Lagi ngapain?”
“Meluk guling”

Huh, lagi dan lagi...

Harusnya aku yang dia peluk, bukan guling. 
Harusnya aku yang menghirup aroma wangi tubuhnya, bukan guling. 
Harusnya aku yang merasakan hangat dekapannya, bukan guling. 
Harusnya aku yang mendengar dengkurannya saat tidur, bukan guling. 
Harusnya aku yang melihat muka jeleknya saat baru bangun tidur, bukan guling. 
HARUSNYA AKU, BUKAN GULING!

(Ini adalah sepotong paragraf yang -mungkin- akan ada dibuku peyemp)

Monday, March 25, 2013

Haruskah aku katakan lebih dulu?

Sekian lama kurasakan cinta itu
Bersemayam di hati, lembutkan jiwa
Membuat hati ini selalu gundah
Akan perasaan yang kita rasa

Haruskah aku katakan lebih dulu?
Bahwa diriku mencintaimu
Tak pantas aku yang lebih dulu mengungkapkan
Dirimulah seharusnya yang bicara

Bibirmu tak akan bisa berbohong
Saat kau kecup aku dalam kerinduan
Mimikmu tak akan mampu berdusta
Saat sembunyikan meronanya air wajahmu

Jangan simpan sendiri
Katakan saja semua yang di hati
Sebelum datang hati yang lain
Merusak semua kepalsuan tak penting ini

Saturday, March 9, 2013

Pondok & Castle

Di balik Pondok
Yang berdiri gontai dengan kelapukannya
Dihuni oleh jiwa-jiwa yang suci
Diterangi oleh lentera-lentera kehidupan
Ia terlihat begitu kokoh dan menyejukkan
Sesejuk pelukan sang kekasih
Meniupkan hawa murni keseluruh penjuru ruangannya
Menampilkan aroma wangi surgawi
Merasuki setiap hela nafasmu
Membuatmu tertidur pulas meski kau tidur di atas tumpukan jerami.

Di balik Castle
Yang berdirih kokoh dengan kemegahannya
Dihuni oelh jiwa-jiwa yang terpenjara dan kesepian
Ditemani oleh tikus-tikus yang kelaparan
Ia terlihat begitu rapuh dan menggerahkan
Segerah musim panas di Gurun Sahara
Mengalirkan kegelisahan keseluruh tubuh
Membawa bau busuk neraka
Menyengat setiap sel darahmu
Membuatmu menggelepar bagai dihukum rajam diatas duri-duri kekejaman.




Sunday, March 3, 2013

Rahasia

Mengapa banyak orang saling berbisik?
Apa yang mereka bisikkan?
Adakah itu tentang sebuah rahasia? 
Apakah itu rahasianya atau rahasia orang lain?

Apakah rahasia namanya akan tetap menjadi  rahasia bila telah di dengar oleh yang lain?
Apakah mereka pantas menceritakan sebuah rahasia sedangkan mereka telah dipercayakan atasnya?

Apakah kalian pantas memasuki kehidupan orang lain dan mencari setiap hal yang tersembunyi darinya?
Apakah rahasia di hatimu akan tetap mengokohkan akar-akarnya?
Atau tumbang oleh kerapuhanmu dan lidah tajam mereka?

Biarkanlah rahasia tetap tumbuh
Biarkan mulutmu tetap bungkam
Jangan rela, jangan biarkan rahasiamu diketahui oleh manusia berwajah dua

Rahasia adalah rahasia
Selalu tersimpan rapih di hati
Rahasia tetaplah rahasia
Sampai ia didengar oleh telinga dan hati yang lain.

Tuesday, January 29, 2013

Peluklah, aku sangat merindukanmu

Kamu tak mampu meraba hatiku?
Aku membutuhkanmu
Tolong dengarkan jeritan kalbuku
Cuma kamu yang bisa, redakanku

Taukah kamu penjaga hatiku?
Sesuatu sangat menyesakkan dadaku
Seolah, nafasku terhenti
Dahsyat, seperti ada yang membuncah di hati

Kumohon, kamu yang menggenggam jiwaku
Aku sangat, aku terlalu ingin berada dalam pelukmu
Merasakan kedamaian disana
Kehangatan, gelora jiwa muda di dada

Kemarilah yang menerangi kalbuku
Akan kubisikkan sebait kata
Usah selalu merendahkan dirimu
Sebab aku tahu kamu punya cinta

Kumohon
Sekali lagi
"Peluklah, aku sangat merindukanmu"



Wednesday, December 19, 2012

Bangga Jadi Peyempuan Karena...

Aku bangga jadi peyempuan karena....

Dilahirkan dari rahim seorang peyempuan
Peyempuan yang kita panggil dengan sebutan: Ibu, Mama, Emak, Bunda, Bundo, Ina, Mom dll
Apapun sebutannya dia adalah seorang peyempuan

Peyempuan yang siap mempertaruhkan nyawanya
Demi melahirkan satu kehidupan baru di muka bumi

Pada peyempuanlah Tuhan menitipkan rahim
Pada peyempuanlah terdapat surga
Tak ada yang menyanggah: "Surga berada di telapak kaki Ibu"
Kita juga mengenal adanya "Hari Ibu", lantas kenapa kita tak bangga?

Bukankah sahabat Rasul pernah bertanya: "Siapa yg berhak aku layani sebaik mungkin?"
Beliau menjawab "Ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu"

Kita juga mengenal istilah : "Peyempuan adalah tiangnya negara"
Iya, banyak sejarah yang menunjukkan runtuhnya suatu negara karena peyempuan
Bagaimana sebuah kerajaan berperang karena peyempuan
Bagaimana sebuah kerajaan hancur karena peyempuan.

Peyempuan adalah perhiasan,
Tanpa peyempuan maka reduplah dunia
Apalah arti Romeo tanpa Juliet?
Apalah Arti Mars tanpa Venus?

Pada peyempuanlah Tuhan menitipkan kelembutan dan kasih sayang-Nya
Tuhan telah menganugerahkan perasaan yang lebih dominan kepada peyempuan
Namun bukan berarti peyempuan tak berlogika

Peyempuan memang lebih mudah tersentuh
Peyempuan memang lebih mudah menangis

Peyempuan memang seringkali diam dan berdusta tentang hatinya
"Aku gak apa-apa" padahal sesungguhnya ada apa-apa
Masih bisa tersenyum walau hatinya terluka
Bisa mencintai orang lain melebihi dirinya sendiri
Mampu bertahan pada orang yang ia cintai walau (mungkin) lebih banyak derita dalam cerita cintanya

Peyempuan juga mempunyai hati yang peka pada orang-orang ia cintai sepenuh hati
Ia akan mendapat firasat jika pasangannya berbuat sesuatu yang negatif (selingkuh)
atau saat pasangannya dalam marabahaya

Peyempuan itu kuat!
Mau bukti? Dibanyak keluarga, saat ayah lebih dulu meninggal. Ibu kadang memilih / tahan untuk tidak menikah, Ibu memilih / tahan untuk sendiri.
Ibu mampu membesarkan anak-anaknya dengan usaha dan peluhnya dalam kesendirian.
Ibu mampu menjalankan biduk rumah tangga meski sang kapten telah tiada.

Sejarah telah membuktikan bahwa peran peyempuan tidak bisa dipandang sebelah mata
Hawa, Mariam, Khadijah, Fatimah, Aisyah, Ibu Teresha, Ratu Elizabeth
Cut Nyak Dien, R.A Kartini, Sry Muliyani dan masih banyak peyempuan lainnya yang peyemp tidak sebutkan.

Aku bangga jadi peyempuan, kalo kamu?